• You are here:
  • Home »
  • Hotel »

5 Wisata Budaya & Seni di Jogja yang Wajib Anda Tonton

  1. Ramayana Ballet Purawisata

Terletak di pusat kota anda tidak perlu menempuh waktu lama untuk mengunjungi tempat wisata budaya yang satu ini. Ramayana Ballet Purawisata terletak di amphitheater Purawisata, Kawasan Mandira Baruga, Jl. Brigjen Katamso, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta.

Tamu yang berkunjung ke Ramayana Ballet Purawisata ini dapat menikmati hidangan makanan khas Indonesia terlebih dahulu sebelum menikmati Sendra Tari Ramayana. Pertunjukan ini tampil setiap hari pada pukul 20.00 – 21.30 WIB.

Untuk fee masuk, tamu dikenakan biaya sekitar Rp 200 ribu dan untuk turis domestik 35 USD. Biaya tersebut sudah termasuk all you can eat.

2. Pertunjukan Gamelan

Gamelan Jawa adalah gamela yang berkembang di Yogyakarta, sebuah bentuk gamelan yang tidak sama dengan Gamelan Sunda atau Gamelan Bali.

Ciri khas dari gamelan jawa adalah alunan nada yang lebih lembut dan slow, tidak sama dengan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling & Gamelan Bali yang rancak.

Perbadaan ini wajar, karena Jawa memiliki filosofi hidup tersendiri yang direpresentasikan dalam alunan musik gamelannya.

3. Jazz Mben Senen

Sesuai dengan namanya arti dari Jazz Mben Senen adalah pertunjukan jazz setiap hari Senin.

Secara teratur pertunjukan ini ditampilan setiap hari Senin oleh Komunitas Musik Jazz Jogja.

Terletak di pelataran Bentara Budaya – Kota Baru ini menyajikan sebuah pertunjukan musik yang anggun namun merakyat. Agar dapat menonton pertunjukan jazz ini anda tidak dikenakan biaya selain parkir kendaraan. Tetapi disediakan kotak sumbangan bagi para pengunjung jika mau menyumbang seikhlasnya. Jazz Mbe senen dimulai dari pukul 20.00 sampati tengah malam.

4. Pertunjukan Wayang Kulit

Pertunjukan yang satu ini sudah berumur lebih dari setengah milenium. Kemunculannya mempunyai cerita tersendiri, terkati dengan masuknya Islam Jawa.

Wayang Kulit ini diciptakan oleh salah satu anggota Wali Songo dengan mengadopsi Wayang Beber yang berkembang pada masa kejayaan Hindu-Budha.

Oleh karena wayang yang sudah lekat dengan orang Jawa maka pertunjukan ini dijadikan media yang tepat untuk dakwah menyebarkan Islam, sementara agama Islam melarang bentuk seni rupa. Maka dari itu, dibuatlah wayang kulit dimana orang hanya bisa melihat bayangan.

5. Sendratari Sugriwa Subali

Menempati lokasi panggung terbuka dengan background tebing batu di alam terbuka, sendratari kolosal yang tampil sebulan sekali ini sangat membuat anda para penikmat berimajinasi pada cerita yang sebenarnya.

Berimajinasi suasana yang lebih dramatik bila penampilan pertunjukan ini dilakukan pada malam hari dengan lighting warna-warni.

Terlebih lagi jiga Sendratari Sugriwa Subali ini tak akan kalah elegannya dengan Ramayana Ballet di Candi Prambanan

Tetapi walaupun saat ini masih dipentaskan pada siang hari tanpa lighting, pertunjukan sendratari yang bisa menjadi ikon baru wisata di Kulonprogo ini tetap memikat siapapun yang berkunjung untuk menyaksikannya.